Semakin kecil ukuran sumbat, maka semakin sensitif bibit sumbat terhadap perubahan kelembaban tanah, unsur hara, oksigen, pH, dan nilai EC. Semakin dalam lubang, semakin banyak udara di dalam matriks, sehingga mendukung ventilasi, pencucian garam, dan permeabilitas udara, serta bermanfaat untuk pertumbuhan akar. Substrat harus memiliki kedalaman minimal 5 mm untuk memberikan gaya gravitasi, sehingga kelembapan di dalam substrat dapat meresap. Semakin dalam udara masuk ke pori-pori, semakin tinggi kandungan oksigennya. Bentuk lubang harus berupa trapesium persegi terbalik, yang berguna untuk mengarahkan sistem akar agar memanjang ke bawah, daripada membungkus dinding bagian dalam seperti lubang melingkar atau berorientasi vertikal. Pori-pori yang lebih dalam memberikan kondisi yang lebih baik untuk drainase dan sirkulasi udara matriks.
Beberapa baki steker juga memiliki lubang ventilasi di antara lubang-lubang tersebut, sehingga udara dapat mengalir di antara tanaman. Menjadikan daun kering, mengurangi penyakit, mengeringkan secara merata, dan menjamin pertumbuhan merata pada seluruh tanaman.
Warna gabus juga mempengaruhi suhu akar tanaman. Umumnya, cakram sumbat hitam dipilih pada musim dingin dan musim semi karena dapat menyerap lebih banyak energi matahari dan meningkatkan suhu akar. Di musim panas atau awal musim gugur, steker harus diubah menjadi warna abu-abu perak untuk memantulkan lebih banyak cahaya dan menghindari suhu akar yang berlebihan. Baki colokan putih umumnya memiliki transmisi cahaya yang lebih tinggi dan dapat mempengaruhi pertumbuhan akar, sehingga baki colokan putih jarang dipilih. Tentu saja, sumbat busa putih bisa menjadi pengecualian.
Setelah dibersihkan dan didesinfeksi secara menyeluruh, baki tersebut juga dapat digunakan kembali. Disarankan untuk menggunakan disinfektan garam amonium kuaterner yang relatif aman, yang juga dapat digunakan untuk sterilisasi dan penghilangan alga dalam sistem irigasi untuk menghindari pertumbuhan bakteri dan lumut. Tidak disarankan menggunakan pemutih atau gas klorin untuk disinfeksi, karena klorin bereaksi secara kimia dengan plastik di dalam baki untuk menghasilkan zat beracun.
Pemilihan Baki Bibit
Sep 10, 2024
Tinggalkan pesan
